Wednesday, February 14, 2007

#####

pusing juga cari referensi buat perbaikan rumah. Ikutan milis tentang rumah ndak juga jadi solusi, malah kebanyakan yang OOT dan pada salam sana sini.. weks.
berarti harus banyak bertanya lagi, apalagi urusan biaya menjadi hal utama. Dana terbatas tapi maunya banyak he.he..
Mau ikutan tren sekarang, Minimalis.. model rumah minimalis, dengan biaya dan bahan yang minimalis juga.. tapi saldo gw juga minimalis hik hik..
mudah-mudahan aja kesampaian nih perbaikan rumah, apalagi habis di landa banjir juga.. amiin.

Saturday, February 10, 2007

Rama main air


Hlaa.. ini sudah surut dari tempat yang paling tinggi di komplek,
paling tinggi air sampai menutupi plat nomor mobil biru di belakangnya.
makanya si Rama malah mainan air sama tetehnya...
sementara ayah n mama nya sedang berjibaku dengan lumpur..

semakin tinggi nih...



my neighborhood, sudah setinggi paha... dan ini sebelum seberapa...
masih sekitar 70 - 90 cm lagi naik nya :-D

masih foto banjir


Air mulai meninggi sampai setinggi lutut jika turun kejalan...

foto banjir

air baru merambat naik, orang-orang mulai evakuasi barang-barang sambil cengar-cengir...

Wednesday, February 07, 2007

Banjir Part 2

Ternyata... baru saja selesai posting, dalam rute pulang kerumah, iseng ambil foto daerah yang kena banjir selama perjalanan, mulai dari Rawajati sampai ke Jatiasih. Untungnya 'The Blues' bisa di andalkan ketika banyak motor yang mati setelah melewati genangan air setinggi 40 - 70 cm. Cuma ketika sampai di muka komplek, sudah banyak mobil yang parkir di pertokoan yang agak tinggi dan di boulevard, mungkin kualat kali ya.. habis ambil foto di tempat lain, eh.. malah dirumah sendiri yang kebanjiran :-D.
Dari kejauhan air terlihat sudah sampai di Masjid, saat itu jam16.30.....
Jam 20.00 hujan semakin deras dan arus air dari sungai Cikeas semakin kencang cenderung membahayakan, bahkan perahu karet dari Koramil Kabupaten Bogor pun tak kuasa melawan arus tanpa di bantu dorong oleh personil tim SAR. Meskipun demikian evakuasi berjalan dengan lancar sampai jam 24.00, evakuasi keseluruhan selesai. Tinggal kaum lelaki yang berjaga-jaga di tiap blok agar barang-barang warga tidak di jarah oleh orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, sedangkan kendaraan yang di parkir dimuka komplek dan boulevard di jaga oleh aparat dari Koramil, Polsek dan Warga kampung sekitar komplek.

Jam 01.00 sebagian besar dari kami sudah kelelahan, karena sekian kali berjalan menyisir tiap rumah untuk evakuasi melawan arus ternyata lebih berat dari pada naik gunung sekalipun.
Jam. 02.00 air semakin tinggi dan tidak ada yang menyadarinya...
Jam 03.00 semua rumah yang memasang barikade karung pasir dan lainnya tak kuasa menahan air bercampur lumpur, dan semua barang-barang yang berlokasi di bawah sampai dengan ketinggian 100 cm, habis terendam air keruh tersebut....

Pagi hari jam 06.00 air masih belum surut dan terlihat sampai 40 cm didalam rumah... sudah terbayang, lumpur yang harus di bersihkan, perabot yang rusak, pakaian yang terendam... weks.. frustasi menaungi kepalaku... pasrah dan bersyukur.. toh rumahnya masih tegar berdiri..

Baru hari rabu ini masuk kerja, semoga saja air tidak naik lagi....
dan semoga saudara-saudaraku yang rumahnya masih terendam air, diberi kesabaran serta kekuatan dan kesehatan...

Foto banjir di komplek and rumahku nanti di upload... soale PC dirumah belum bisa hidup akibat banjir ...

Saturday, February 03, 2007

Banjir Lagi

Waduh, selama tinggal disini, ternyata udah 4x kebanjiran...
dulu tahun 2002, yang katanya banjir nasional, berarti masih toleran lah, hla wong skala nasional kok... tapi koq setelah itu, setiap Bogor dan sekitarnya mencurahkan hujan 1x24 jam dengan deras dan terus menerus, pasti deh di komplek gue dapat paket kilat air dari Bogor, meskipun hanya menggenangi jalan depan rumah, tapi tetap saja yang namanya lumpur ikutan berpartisipasi memeriahkan suasana menyebalkan bagi kami.
Selama ini memang air dan lumpur tidak ikut masuk kedalam rumah, karena memang rumah gue terlarang untuk mereka. Tetapi Banjir kali ini (2-2-2007) Hari Kamis sore menjelang malam... benar-benar membuat gregetan kita para penghuni komplek, yang katanya RCTI komplek Elit... he..he.. lumayan juga masuk tipi dan disebut elit pula..
mulai dari jam 5 sore air sudah menunjukkan kecentilannya, mampir-mampir di tiap blok komplek yang berdekatan dengan sungai.. (bahasa kerennya River Side..), dan jam 20.00 air dan gerombolannya sukses menjebol pertahanan para tetangga yang membuat barikade didepan rumah masing-masing dengan mengunakan kantong pasir. dan jam 21.00 air akhirnya bisa memaksa masuk rumah gue yang posisi lantainya lebih tinggi dari tetangga lain.

Tim SAR, PMI, Pemda dengan aparat AD, Polisi atas instruksi WATI (Wakil Bupati :-p) membantu evakuasi warga yang terjebak dalam rumah, dan yang terakhir rekan-rekan dari PKS datang dengan perahu karetnya, padahal yang kami butuhkan bukan tim evakuasi, tapi tim bersih-bersih .. kenapa bersih-bersih? karena untuk evakuasi pastilah warga sudah otomatis membantu warga lain sebelum tim-tim penyelamat dan penggembira (yang ini cuma nonton, makan dan pulang) datang, lagian banyak juga warga yang punya perahu, meskipun bukan dari karet (perahu anak kecil yang dijual dipinggir jalan). Justru kita butuh bantuan setelah banjir surut, karena dengan debit lumpur sedemikian banyak, tiap keluarga yang jika dihitung rata-rata berjumlah 3 orang (ayah, ibu, 1 anak) akan kewalahan membersihkan tiap sudut rumah dari kotoran, belum lagi perabotan.
nanti foto-foto banjirnya mau diupload..

DT


Perjalanan pulang dari Workshop, kita mampir dulu ketempat Aa' Gym. Biarpun pamornya mulai memudar karena 'ulah' para wartawan dan para 'orang-orang yang katanya terpelajar' berkaitan dengan poligami yang dilakukan oleh beliau, tapi tetap saja kami respek terhadap beliau. Toh beristri lebih dari satu tidak dilarang dalam Al-qur'an, sayangnya masih banyak orang yang membaca ayat mengenai hal ini sepotong-sepotong, tidak secara keseluruhan. Salut buat Aa Gym yang telah 'berhasil menghidupi' lingkungannya, mungkin satu RT kali ya, akibat dari manajemen Daarut Tauhidnya, banyak orang yang bergantung dan menjadi kreatif untuk tetap berusaha lewat berjualan atau yang lainnya.

"..Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) permpuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya..."

Thursday, February 01, 2007

MY IT ' ers ...


Begini deh kalau sehari-hari di kantor underpreasure, Jadi begitu dapat jatah workshop keluar Jakarta, malah pada cengengesan. Padahal yang dibicarakan masalah planing IT kedepan, dan lumayan menentukan juga buat perusahaan. Ini efek dari otak dan otot yang menegang dari hasil brainstorming masing-masing personel, keluar dari ruangan satu meter aja seperti keluar dari penjara.
meskipun 'terpenjara' oleh IT Strategic Planing yang menghasilkan Blue Print, bagaimana aplikasi dan teknologi yang akan diterapkan, tetapi sedikit terhibur dengan gerimis yang terus menerus turun di kota Bandung. Sayangnya suasana romantis seperti ini, malah ngurusin hal-hal yang super serius he..he...