Saya pernah mendengar bahkan menyaksikan ada orang yang bangga dengan satu keahliannya, misal ahli komputer, ahli akuntansi.. Dan masih banyak lagi.
Kata-kata 'ahli' tadi terkadang membuat manusia lainnya menjadi minder, padahal belum tentu juga satu keahlian tadi menjadikan sang ahli lebih baik dari manusia lainnya.
Fokus pada satu bidang gak salah juga.. Tapi ketika kita selami dan pahami lebih jauh.. Kita ini manusia yang diberikan kelebihan akal dan fikiran, jadi kita bisa menjadi apa yang kuta inginkan.. Dan semua bergantung kepada daya dan upaya yang kita kerahkan.
Masih bingung?.. Nih saya kasih contoh nyata.
Belajar dari seorang istri.. Tentunya istri saya dong..
Istri saya punya skill mumpuni di bahasa inggris yang diperoleh melalui pendidikan formal dan juga bakat tentunya. Namun seiring perkembangan kehidupan, sekarang ini istri saya memiliki skill lain yaitu memasak, menjadi seorang guru (untuk anak2 kami), menjadi 'psikolog' ditengah keluarga dan teman2nya, menjadi manajer keuangan dirumah kami, dan juga menjadi ahli disain property.
Semua itu tidak didapat di bangku sekolah, semua didapatkan karena ada daya dan upaya untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Kalau untuk laki-laki, sebaiknya anda menjadi seorang ahli dibanyak hal, misal.. Selain menjadi ahli akunting, anda juga bisa menjadi ahli memasak, ahli bangunan, ahli mesin dan banyak lagi yang sejatinya seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Kenapa??
Suatu hari satu keahlian anda yang selama ini anda jadikan andalan untuk mencari nafkah audah tidak dipakai lagi oleh perusahaan atau orang lain.. Maka anda akan kebingungan kqrena hanya bisa melakukan satu keahlian saja. Sedangkan untuk mencari rizki.. Kita diminta untuk berdaya dan berupaya.. Apa saja bisa menghasilkan dengan banyak keahlian yang kita miliki meskipun sederhana sifatnya.
So, anda tidak ingin memiliki hanya satu sayap kan? Kita perlu dua sayap untuk terbang mengangkasa..
Lakukan hal ini, SILATURAHIM..
Karena dengan silaturahim kita bisa memetik banyak hal positif dan juga menambah perbendaharaan keahlian kita yang kelak dapat dijadikan mata pencaharian untuk keluarga dan orang disekitar anda.
Bogor,
Penulis bukan motivator..
Hanya sekedar berbagi, bahwa ternyata segala daya dan upaya kita yang baik... akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT.
Monday, April 27, 2015
Sunday, April 19, 2015
Menyesuaikan Diri hanya 5 menit saja
Belum lama ikutan satu acara, sebenarnya secara genre gak jauh beda lah.. 4th dibawah saya aja. Artinya dunianya masih sama.. 80's to 90's.
Ketika awal bercengkrama, masih nyambung satu sama lain. Tapi begitu masuk ke menit ke 5, topik pembicaraan jadi ulasan khusus.. Ya khusus diantara mereka aja.
Which is, I'm not the part of it. Ouuch.. Keringnya tuh disini.. Di gigi..
Lho kok bisa, ya bisa dong.. Kan saya berusaha tetap ramah di grup itu.. Meskipun gak ngerti apa yg mereka bicarakan, yaa sok-sok an ngerti aja senyam senyum dengan barisan gigi yg tidak rapih ini.
Sabar.... Ditunggu2 sampe kembali ke bahasan umum, ouuwwh ternyata gak kunjung tiba. Ya sudah, saatnya minggir dengan teratur dan menghargai yg punya acara.. Because I'm not the part of it. Ditambah fisik yg melemah karena virus flu yang bersemayam, seolah-olah menutup aliran darah dan oksigen ke kepala, pusing berat jadinya.
Hmn jadi kapok kalo ikutan acara sperti ini lagi. Meskipun begitu setidaknya saya sudah belajar.. Ternyata cukup 5 menit saja waktuku, setelah itu cari alasan untuk minggir dengan terhormat.
Pelajaran untuk sang grup?
Guys, kalau ada acara yg melibatkan 'stranger', lebih umum aja biar para 'stranger' ini juga ikut menjadi bagian dari acara yg harusnya membahagiakan semuanya.
Kesimpulannya.. Yaa cukup tahu saja.
Now I'm laying on the bed. Coz couldnt sleep well at the night.
Ketika awal bercengkrama, masih nyambung satu sama lain. Tapi begitu masuk ke menit ke 5, topik pembicaraan jadi ulasan khusus.. Ya khusus diantara mereka aja.
Which is, I'm not the part of it. Ouuch.. Keringnya tuh disini.. Di gigi..
Lho kok bisa, ya bisa dong.. Kan saya berusaha tetap ramah di grup itu.. Meskipun gak ngerti apa yg mereka bicarakan, yaa sok-sok an ngerti aja senyam senyum dengan barisan gigi yg tidak rapih ini.
Sabar.... Ditunggu2 sampe kembali ke bahasan umum, ouuwwh ternyata gak kunjung tiba. Ya sudah, saatnya minggir dengan teratur dan menghargai yg punya acara.. Because I'm not the part of it. Ditambah fisik yg melemah karena virus flu yang bersemayam, seolah-olah menutup aliran darah dan oksigen ke kepala, pusing berat jadinya.
Hmn jadi kapok kalo ikutan acara sperti ini lagi. Meskipun begitu setidaknya saya sudah belajar.. Ternyata cukup 5 menit saja waktuku, setelah itu cari alasan untuk minggir dengan terhormat.
Pelajaran untuk sang grup?
Guys, kalau ada acara yg melibatkan 'stranger', lebih umum aja biar para 'stranger' ini juga ikut menjadi bagian dari acara yg harusnya membahagiakan semuanya.
Kesimpulannya.. Yaa cukup tahu saja.
Now I'm laying on the bed. Coz couldnt sleep well at the night.
Subscribe to:
Posts (Atom)