mana yang mau dipilih..
want to save or want to be saved...
harusnya tidak ada kata-kata itu ketika hal yang diniatkan dengan baik dan dengan tujuan yang baik pula.
yang ada hanya want to raise and be succeed for everyone.
gak usah dicerna lebih jauh, cukup ai yang andersten about dis.
bekos samtaim ai nid to spik ap.
du yu andersten?
Monday, February 11, 2013
Friday, February 08, 2013
jangan begitu...
Ternyata ada ya cerita yang seperti di sinetron yang berlebihan itu.. ada yang tega terhadap orang lain.
ada yang suka cari muka, ada yang suka menabrak batasan-batasan yang sudah ditetapkan... ada juga yang melanggar etika, sudah tidak melihat lagi yang namanya usia, organisasi...
sungguh manusia yang seperti ini menjadi public enemy ditengah semangat yang sedang tinggi-tingginya.. atau public enemy ditengah-tengah sistem yang sedang dibangun... atau public enemy ditengah society yang sedang dalam damai....
Sayangnya manusia ini tidak pernah sadar bahwa yang dilakukannya menyakiti manusia lain, merugikan manusia lain, berakibat buruk bagi perkembangan organisasi, dan akan merugikan organisasinya juga...
Semoga manusia ini sadar bahwa apa yang dilakukannya akan sangat besar mendatangkan kerugian bagi dirinya sendiri, keluarganya... (hmmm... miris sekali... tidak terbayangkan kalau anak-anak saya harus menanggung malu akibat ulah saya yang merugikan banyak manusia lain, menyakiti manusia lain, tidak membuat nyaman manusia lain... yaa Robb, jauhkan saya dari perilaku tersebut... amiin)
Ketika sudah tidak ada lagi yang bisa menjadi tameng, maka diri kitalah yang akan mengarahkan akan kemana kita ini... menjadi baik? buruk? bermanfaat? merugikan?...
"sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi ummat..." kalau masih bermanfaat untuk "kalangan terbatas" sayang sekali....

Robbana Laa tuakhidzna inna siinaa au'akhto'na...
ada yang suka cari muka, ada yang suka menabrak batasan-batasan yang sudah ditetapkan... ada juga yang melanggar etika, sudah tidak melihat lagi yang namanya usia, organisasi...
sungguh manusia yang seperti ini menjadi public enemy ditengah semangat yang sedang tinggi-tingginya.. atau public enemy ditengah-tengah sistem yang sedang dibangun... atau public enemy ditengah society yang sedang dalam damai....
Sayangnya manusia ini tidak pernah sadar bahwa yang dilakukannya menyakiti manusia lain, merugikan manusia lain, berakibat buruk bagi perkembangan organisasi, dan akan merugikan organisasinya juga...
Semoga manusia ini sadar bahwa apa yang dilakukannya akan sangat besar mendatangkan kerugian bagi dirinya sendiri, keluarganya... (hmmm... miris sekali... tidak terbayangkan kalau anak-anak saya harus menanggung malu akibat ulah saya yang merugikan banyak manusia lain, menyakiti manusia lain, tidak membuat nyaman manusia lain... yaa Robb, jauhkan saya dari perilaku tersebut... amiin)
Ketika sudah tidak ada lagi yang bisa menjadi tameng, maka diri kitalah yang akan mengarahkan akan kemana kita ini... menjadi baik? buruk? bermanfaat? merugikan?...
"sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi ummat..." kalau masih bermanfaat untuk "kalangan terbatas" sayang sekali....

Robbana Laa tuakhidzna inna siinaa au'akhto'na...
Subscribe to:
Posts (Atom)