Ternyata Kakak Ramadhan sayang sekali dengan adiknya, dia tidak pernah mengganggu adiknya (seperti yang dia tunjukkan kepada sepupu bayi nya). Kakak Rama senang sekali memperhatikan adik Azka yang sedang tidur pulas. Lihat nih, wajah kami mirip kan ?
Friday, November 28, 2008
Rama n Azka
Ternyata Kakak Ramadhan sayang sekali dengan adiknya, dia tidak pernah mengganggu adiknya (seperti yang dia tunjukkan kepada sepupu bayi nya). Kakak Rama senang sekali memperhatikan adik Azka yang sedang tidur pulas. Lihat nih, wajah kami mirip kan ?
Thursday, November 27, 2008
Anggota baru di Keluarga kami
Finally, penantian akan karunia Allah tiba menghampiri keluarga kecil kami. Diawali dari kontraksi pada malam jum'at 11.30, 20 November 2008, dan berlanjut (berkepanjangan) sampai keesokan harinya, 21 November 2008, hingga akhirnya Sabtu siang 22 November 2008 terlahir Athalla Azqa Zaidan pada pukul 13.20. Tangisan manja nya membuat saya terharu. Karena baru pertama kalinya saya menyaksikan perjuangan 'hidup-mati' seorang wanita dalam melahirkan. Anak pertama kami dilahirkan secara cesar.
Alhamdulillah, semoga anak kami menjadi 'Karunia Allah yang bersih/suci dan berlimpah' (Athalla Azqa Zaidan).. amiin
Alhamdulillah, semoga anak kami menjadi 'Karunia Allah yang bersih/suci dan berlimpah' (Athalla Azqa Zaidan).. amiin
Monday, November 17, 2008
Keep on boxing...
Monday, November 10, 2008
November Rain
Pas sekali, bulan November dan hujan... sama dengan judul lagunya guns n roses.. axl, slash... jadi inget sama teman-2 SMA dulu.. sekarang sudah seperti apa ya? kabar terakhir, kamal nikah dengan wati dan sudah punya anak, kapten kris belum tahu tuh, udah punya anak apa belum..
ini nama teman-2 SMA..
Kamaludin, Wisnu Khaerulsyah, Gumilar Aryotomo, Wahyu Agung, Krisworo, Toto Indarto, Lena, Sanusi, Daniel, Wati, Dewi Mulyasari, Eni, Retno, Ade Semar, Madi, Putera, Bertino, Adib, Oni, Esa, Dani Garnida, Baina Uma, Eka, Vera, Hadi, Josh, Yacob, Siti Robiah... yahh lupa lagi..
ini nama teman-2 SMA..
Kamaludin, Wisnu Khaerulsyah, Gumilar Aryotomo, Wahyu Agung, Krisworo, Toto Indarto, Lena, Sanusi, Daniel, Wati, Dewi Mulyasari, Eni, Retno, Ade Semar, Madi, Putera, Bertino, Adib, Oni, Esa, Dani Garnida, Baina Uma, Eka, Vera, Hadi, Josh, Yacob, Siti Robiah... yahh lupa lagi..
Monday, November 03, 2008
Tak dijemput mama
Hari ini Rama sudah mulai belajar sekolah tanpa di jemput mama, tapi dijemput sama Oom Abas. Ya.. memang harus belajar, karena sudah mulai besar, sudah kelas 2. Disamping itu juga mama harus mempersiapkan kehadiran adik kecil Rama yang sudah mulai masuk minggu kelahirannya.
Jadi tadi pagi dibawakan menu instan kesenangannya, Nugget !. Tapi karena hari senin ini ada olahraga, jadi berangkat tidak ikut mobil jemputan. Rama pergi diantar sama ayah, (rupanya sang ayah tidak tega melihat anak kecilnya membawa 2 tas yang berat-berat... satu isi pakaian olahraga dan makan siang, satunya lagi berisi buku-buku pelajaran yang beratnya minta ampuun). Oh iya, Rama juga membawa hasil karya nya, yaitu Jam dinding dari kertas karton, dihiasnya mendadak, cukup pakai spidol dan penggaris. Hasilnya cukup lumayan.
Jadi tadi pagi dibawakan menu instan kesenangannya, Nugget !. Tapi karena hari senin ini ada olahraga, jadi berangkat tidak ikut mobil jemputan. Rama pergi diantar sama ayah, (rupanya sang ayah tidak tega melihat anak kecilnya membawa 2 tas yang berat-berat... satu isi pakaian olahraga dan makan siang, satunya lagi berisi buku-buku pelajaran yang beratnya minta ampuun). Oh iya, Rama juga membawa hasil karya nya, yaitu Jam dinding dari kertas karton, dihiasnya mendadak, cukup pakai spidol dan penggaris. Hasilnya cukup lumayan.
Monday, October 06, 2008
Libur telah lewat
Tahun ini dan Tahun kemarin serta Kemarin nya lagi, kami sekeluarga tidak mudik. Insya Allah Tahun depan dengan kelapangan rizqi dan nikmat sehat yang diberikan NYA, mudik ba'da sholat ied lagi.
Masa hibernasi yang dibutuhkan ternyata terlalu cepat buat saya, meskipun libur, tapi banyak hal yang harus dikerjakan. Jadi hibernasi itu tidak pernah ada, yang ada hanya bersuka cita dengan anak-istri. Alhamdulillah, liburan ini semakin menambah kebahagiaan kami, sambil menanti anggota keluarga yang baru di penghujung november nanti.
KK Rama juga sudah tidak sabar menyongsong kelahiran adik barunya. Saat ini Cici sedang berusaha mengurangi asupan karbohidrat ke KK Rama, karena kelebihan energinya bisa merepotkan banyak orang, terutama ketika berkunjung kerumah kakek-neneknya yang hanya beberapa blok dari kami. Satu rumah dibikin geger dengan kelakuannya yang seperti baterai alkaline, tidak ada capeknya.
Untuk Cici sendiri, saat ini sedang berusaha menaikkan berat badan yang terus menurun selama Ramadhan, tapi alhamdulillah, jabang bayi tetap naik beratnya.
Hari pertama masuk kantor setelah liburan... sepi.. sama seperti ketika hari-hari terakhir menjelang liburan. Kemungkinan lusa baru akan ramai, rekan-rekan yang mudik berdatangan, dan biasanya membawa buah tangan.
Masa hibernasi yang dibutuhkan ternyata terlalu cepat buat saya, meskipun libur, tapi banyak hal yang harus dikerjakan. Jadi hibernasi itu tidak pernah ada, yang ada hanya bersuka cita dengan anak-istri. Alhamdulillah, liburan ini semakin menambah kebahagiaan kami, sambil menanti anggota keluarga yang baru di penghujung november nanti.
KK Rama juga sudah tidak sabar menyongsong kelahiran adik barunya. Saat ini Cici sedang berusaha mengurangi asupan karbohidrat ke KK Rama, karena kelebihan energinya bisa merepotkan banyak orang, terutama ketika berkunjung kerumah kakek-neneknya yang hanya beberapa blok dari kami. Satu rumah dibikin geger dengan kelakuannya yang seperti baterai alkaline, tidak ada capeknya.
Untuk Cici sendiri, saat ini sedang berusaha menaikkan berat badan yang terus menurun selama Ramadhan, tapi alhamdulillah, jabang bayi tetap naik beratnya.
Hari pertama masuk kantor setelah liburan... sepi.. sama seperti ketika hari-hari terakhir menjelang liburan. Kemungkinan lusa baru akan ramai, rekan-rekan yang mudik berdatangan, dan biasanya membawa buah tangan.
Thursday, September 25, 2008
Libur panjang sebentar lagi
Alhamdulillah, waktu untuk berhibernasi akan segera tiba. Lumayan lah meskipun 'hanya' 1 minggu lebih sedikit, pastinya ada hari diantara hari-hari sibuk bersilaturahim, berkunjung dan di kunjungi yang bisa di buat hibernasi. Gak kerasa ternyata capek juga, dan rasanya badan ini memang perlu istirahat yang 'agak' total, alias otak pun mestinya tidak digunakan untuk berfikir. Tapi mau gak mau harus tetap stand by di rumah, bergaya 'virtual office' yang mengontrol aplikasi-server dst, (ada yang piket di kantor). Ya gak apa-apa lah, yang penting libur tlah tiba.
Wednesday, August 13, 2008
Di Pertigaan Traffic Light
Menjelang maghrib di pertigaan traffic light cawang, saya melihat seorang ibu memegang tangan anak laki-lakinya (mungkin belasan atau 20 tahunan usianya) berusaha menyeberangi jalan. Pada saat itu lampu sedang menyala merah, dan lalu lintas begitu padatnya, sehingga mereka cukup lama berdiri terpaku menunggu kendaraan sepi di jalan sebelah kanan saya.
Karena tepat berada di depan mata, maka tidak hanya mata yang melihat, tapi hatipun ikut berbicara, menebak-nebak.. apa gerangan yang mereka hendak lakukan menjelang maghrib di jalan raya. sepintas terlihat wajah mereka bersih, seperti orang yang jarang keluar rumah sehingga tampak kumal, baju yang mereka kenakan pun terlihat bersih, meskipun menggunakan celana pendek di bawah lutut dan sepasang sendal jepit melindungi telapak kaki mereka dari hangatnya aspal disore hari. Sang anak membawa karung.. terlihat agak kotor, dan sang ibu masih berpegangan pada anaknya yang lebih besar, sampai jalan terlihat agak kosong, merekapun menyeberangi jalan di kanan saya. Dan alangkah terkejutnya saya, ketika baru beberapa meter mereka berjalan, sang Ibu berjalan semakin ke pinggir dan terlihat memungut sesuatu dan sang anak tampak malu-malu membuka karung yang dibawanya, sang Ibu pun memasukkan gelas plastik yang kosong itu, ya.. itu adalah gelas aqua kosong yang biasa diambil oleh pemulung. Pemandangan itu memusnahkan semua pemikiran dalam hati, yang sebelumnya menyangka kalau mereka baru saja pulang dari rumah kerabat, atau ada keperluan yang penting sehingga harus keluar menjelang maghrib dijalan yang sibuk.
Yaa Allah.... mudahkanlah urusan Ibu dan anaknya itu, mudahkanlah rizqi bagi mereka.
Karena tepat berada di depan mata, maka tidak hanya mata yang melihat, tapi hatipun ikut berbicara, menebak-nebak.. apa gerangan yang mereka hendak lakukan menjelang maghrib di jalan raya. sepintas terlihat wajah mereka bersih, seperti orang yang jarang keluar rumah sehingga tampak kumal, baju yang mereka kenakan pun terlihat bersih, meskipun menggunakan celana pendek di bawah lutut dan sepasang sendal jepit melindungi telapak kaki mereka dari hangatnya aspal disore hari. Sang anak membawa karung.. terlihat agak kotor, dan sang ibu masih berpegangan pada anaknya yang lebih besar, sampai jalan terlihat agak kosong, merekapun menyeberangi jalan di kanan saya. Dan alangkah terkejutnya saya, ketika baru beberapa meter mereka berjalan, sang Ibu berjalan semakin ke pinggir dan terlihat memungut sesuatu dan sang anak tampak malu-malu membuka karung yang dibawanya, sang Ibu pun memasukkan gelas plastik yang kosong itu, ya.. itu adalah gelas aqua kosong yang biasa diambil oleh pemulung. Pemandangan itu memusnahkan semua pemikiran dalam hati, yang sebelumnya menyangka kalau mereka baru saja pulang dari rumah kerabat, atau ada keperluan yang penting sehingga harus keluar menjelang maghrib dijalan yang sibuk.
Yaa Allah.... mudahkanlah urusan Ibu dan anaknya itu, mudahkanlah rizqi bagi mereka.
Friday, August 08, 2008
Renungan hari ini
Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. mempunyai dua muazin, Bilal dan Ibnu Ummu Maktum yang buta. (Shahih Muslim No.573)
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau mendengar azan, maka bacalah seperti yang dikumandangkan muazin. (Shahih Muslim No.576)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., Beliau bersabda: Sesungguhnya setan, apabila mendengar azan untuk salat, ia berlari sambil terkentut-kentut sampai tidak mendengarnya lagi. Ketika azan telah berhenti, ia kembali menghasut. Apabila mendengar iqamat, ia pergi sampai tidak mendengarnya. Ketika iqamat telah berhenti, ia kembali menghasut lagi. (Shahih Muslim No.582)
- Kitab Solat Bagian Adzan - Shahih Muslim
Rasulullah saw. mempunyai dua muazin, Bilal dan Ibnu Ummu Maktum yang buta. (Shahih Muslim No.573)
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau mendengar azan, maka bacalah seperti yang dikumandangkan muazin. (Shahih Muslim No.576)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., Beliau bersabda: Sesungguhnya setan, apabila mendengar azan untuk salat, ia berlari sambil terkentut-kentut sampai tidak mendengarnya lagi. Ketika azan telah berhenti, ia kembali menghasut. Apabila mendengar iqamat, ia pergi sampai tidak mendengarnya. Ketika iqamat telah berhenti, ia kembali menghasut lagi. (Shahih Muslim No.582)
- Kitab Solat Bagian Adzan - Shahih Muslim
Monday, August 04, 2008
Tangan yang ter-disposisi...
Kamis 31 Juli kemarin, Rama 'di smack down' sama temannya sekelasnya, kebetulan siang itu saya telponnya agak telat, biasa jam 10 pas istirahat, tapi kali ini jam 12, jadi dapat info dari mama nya. Kalau dari nada suara mamanya sih, jatuh biasa, tapi ternyata pas sampe rumah, tangannya agak 'mlintir' kebelakang, kalau istilah medisnya disposition, kalau kata dukun urut, keseleo.. tapi jika tidak di ambil tindakan segera, bisa cacat nih anak..
jadi deh di urut sama nenek-2 deket bumi asih, dan bengkak ditangan.. masih la yau, kan baru sekali di urut. setelah itu di baluri sama parutan jahe + sedikit minyak goreng (weleh, gak tau nih minyaknya utk apa..), katanya biar bengkaknya kempis dulu. Hari jum'at, otomatis libur, dan membuat wali kelasnya agak stres, khawatir tuh anak semakin parah :-p.
hari ketiga di urut lagi, kali ini Rama tidak meronta-ronta kesakitan, cuma dia gak tahan bau minyak urutnya, jadi ditutupin deh tuh wajah pake kaos dalemnya.
hari ini, dia berangkat juga ke sekolah, ikutan upacara tapi tidak ikut olah raga. soalnya si tangan masih di bebat sama perban elastis, buat jagain perban kasa dan jahe nya, and satu lagi buat mengingatkan Rama kalau tangannya belum sempurna benar kekuatannya, jadi gak bisa dipakai untuk becanda dulu :-D
jadi deh di urut sama nenek-2 deket bumi asih, dan bengkak ditangan.. masih la yau, kan baru sekali di urut. setelah itu di baluri sama parutan jahe + sedikit minyak goreng (weleh, gak tau nih minyaknya utk apa..), katanya biar bengkaknya kempis dulu. Hari jum'at, otomatis libur, dan membuat wali kelasnya agak stres, khawatir tuh anak semakin parah :-p.
hari ketiga di urut lagi, kali ini Rama tidak meronta-ronta kesakitan, cuma dia gak tahan bau minyak urutnya, jadi ditutupin deh tuh wajah pake kaos dalemnya.
hari ini, dia berangkat juga ke sekolah, ikutan upacara tapi tidak ikut olah raga. soalnya si tangan masih di bebat sama perban elastis, buat jagain perban kasa dan jahe nya, and satu lagi buat mengingatkan Rama kalau tangannya belum sempurna benar kekuatannya, jadi gak bisa dipakai untuk becanda dulu :-D
Thursday, July 24, 2008
Hikmah dan Renungan
Alkisah di sebuah pesantren di suatu negeri hidup seorang guru silat yang sangat bijak, dan sudah sangat tua. Ia mempunyai dua murid yang masing-masing memiliki tingkat ibadah, ketulusan, kejujuran, kesalehan, keseriusan, semangat, dan keuletan belajar silat yang sama.
Untuk mewariskan pesantren dan perguruannya, ia harus memilih yang terbaik dari keduanya. Pertandingan di antara mereka pun dilakukan. Namun, beberapa kali dilakukan
pertandingan, musabaqah, adu kepandaian dan adu kekuatan selalu berakhir dengan seimbang. Mereka ternyata mampu menyerap ilmu yang sama dari sang guru. Selain itu, keduanya juga sering berlatih bersama-sama sehingga masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
Untuk mengetahui mana di antara mereka yang lebih baik dan lebih cerdik, guru tersebut terpaksa menggunakan cara lain.
Suatu tengah malam seusai shalat, guru tersebut memanggil kedua muridnya
dan memberi mereka tugas,"Besok pagi ba'da subuh kalian pergilah ke hutan
mencari ranting pohon. Siapa yang pulang dengan hasil yang terbanyak, dialah
yang keluar sebagai pemenang, dan berhak mewarisi pesantren dan perguruan ini" Sambil menarik napas panjang sang guru memperhatikan kedua muridnya yang sedang mendengarkan dengan serius kemudian ia melanjutkan, "Waktu yang tersedia untuk kalian adalah jam lima pagi sampai jam lima sore." Kemudian guru tersebut mengambil sesuatu dari bawah meja dan berkata,"Ini adalah dua bilah parang yang dapat kalian gunakan, ada pertanyaan?"
Karena merasa tugas yang diembankan kepada mereka mudah, mereka pun serempak menjawab,"Tidak.""Baiklah kalau begitu, sekarang, kalian cepatlah beristirahat dan besok bangun lebih pagi," Nasihat sang guru.
Mendapat tugas yang baru ini, di benak murid yang pertama langsung terbayang bahwa keesokan harinya ia harus bangun lebih awal, harus bekerja lebih keras dan lebih serius karena waktunya terbatas. Ia terlalu terfokus pada waktu, yakni harus berangkat jam5 tepat , tidak boleh kurang satu detik pun dan pulang jam 5 sore , tidak boleh lebih. Setelah yakin dengan waktunya, ia pun pergi tidur.
Dengan tugas yang sama, murid kedua lebih terfokus pada pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia langsung memeriksa parang yang disediakan oleh gurunya, dan ternyata parang tersebut adalah parang tua yang sudah tumpul. Maka, ia pun memutuskan, besok sebelum berangkat ia akan mencari batu asah untuk mengasah parangnya agar menjadi tajam dan siap digunakan. Dengan parang yang lebih tajam, hasil yang sama dapat diperoleh dengan upaya yang lebih sedikit,pikirnya.
Tantangan kedua yang terbayang di benaknya adalah bagaimana cara membawa ranting pohon lebih banyak secara efisien dan efektif ? Sementara temannya sudah tertidur lelap, ia bermunjat dan berdoa kepada Allah, meminta agar dimudahkan segala urusannya sambil memikirkan cara terbaik untuk membawa ranting dengan jumlah lebih banyak. Setelah berpikir cukup lama dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, ia memutuskanuntuk menyiapkan tali pengikat dan tongkat pikulan sebelum berangkat keesokan harinya.
Dengan memikul ranting menggunakan tongkat pikulan. Paling tidak, ia bisa
membawa dua ikat besar ranting-satu di depan dan satu lagi dibelakang , itu berarti dua kali lipat lebih banyak dibandingkan memanggulnya.Dengan perasaan puas, ia shalat malam lalu pergi tidur.
Keesokan harinya, murid pertama yang sudah berencana akan bekerja keras,bangun tepat waktu dan langsung berangkat ke hutan. Sementara itu, murid kedua masih asyik berdzikir dan membaca Al-Qur'an. Tepat jam enam pagi, murid kedua bergagas. Sesuai rencana, ia segera mencari batu asah dan mengasah parangnyasampai benar-benar tajam.Kemudian ia mencari tali dan tongkat pikulan. Setelah semua perlengkapan siap, ia segera berangkat ke hutan, jam menunjukkan pukul tujuh lebih.
Ketika jam menunjukkan pukul satu siang, murid kedua sudah berhasil mengumpulkan ranting cukup banyak. Ia segera mengikatnya menjadi dua dan memikulnya pulang. Sesampainya di pesantren, diserahkannya ranting-rantingtersebut kepada gurunya. Ia berhasil mendapat banyak ranting dan pulang lebih cepat.
Sementara itu, murid pertama, karena tidak mengasah parangnya, harus menggunakan waktu dan energi yang lebih besar untuk memotong ranting pohon.Dengan demikian ia juga memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat karena kelelahan. Belum waktu yang ia gunakan untuk mencari tali pengikat. Selain itu, dengan caranya membawa ranting kayu yang dipanggul di pundaknya, jumlah yang bisa dibawanya juga terbatas.
Hikmah :
Terkadang kita terbelenggu oleh kerutinan kerja sehari - hari , sehingga lupa " mengasah parang " yang berupa bermunajat dan meminta petunjukkepada Allah, belajar , ikut pelatihan, training , mengadakan meeting ,briefieng pagi dan lain - lain.
Padahal kegiatan diatas yang menurut kita " buang waktu " tersebut justru merupakan sarana ampuh untuk meningkatkan dan mengembangkan Skill , Knowledge dan Attitude kita. Pelatihan , tafakur, dzikir, pengajian, training , meeting , briefieng , pengarahan atau belajar pada dasarnya adalah bertujuan untuk " memudahkan " pekerjaan kita sehari - hari.
Bukankah mengasah parang selama 3 menit sangat tidak berarti saat kita harus
menebang pohon selama 3 jam . . . . . . . . . . . .
Oleh karenanya, minimal usahakanlah setiap pagi hari, membaca Al-Qur'an, berdzikir, membaca al-Ma'tsurat, dan juga berpositif thinking... Di samping diwaktu-waktu tertentu galilah potensi diri dengan mengikuti training, membaca buku motivasi, mengikuti seminar, milis yang bermanfaat, dsb... Mudah-mudahan kita semua dimudahkan Allah untuk menggapai hari esok yang lebih baik
(Dikutip dari andriwongso.com, namun kami edit sedikit ide dan bahasanya, agar
lebih sesuai dengan kondisi "kekitaan"..
by. Rikza Maulan Lc
pertandingan, musabaqah, adu kepandaian dan adu kekuatan selalu berakhir dengan seimbang. Mereka ternyata mampu menyerap ilmu yang sama dari sang guru. Selain itu, keduanya juga sering berlatih bersama-sama sehingga masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
Untuk mengetahui mana di antara mereka yang lebih baik dan lebih cerdik, guru tersebut terpaksa menggunakan cara lain.
Suatu tengah malam seusai shalat, guru tersebut memanggil kedua muridnya
dan memberi mereka tugas,"Besok pagi ba'da subuh kalian pergilah ke hutan
mencari ranting pohon. Siapa yang pulang dengan hasil yang terbanyak, dialah
yang keluar sebagai pemenang, dan berhak mewarisi pesantren dan perguruan ini" Sambil menarik napas panjang sang guru memperhatikan kedua muridnya yang sedang mendengarkan dengan serius kemudian ia melanjutkan, "Waktu yang tersedia untuk kalian adalah jam lima pagi sampai jam lima sore." Kemudian guru tersebut mengambil sesuatu dari bawah meja dan berkata,"Ini adalah dua bilah parang yang dapat kalian gunakan, ada pertanyaan?"
Karena merasa tugas yang diembankan kepada mereka mudah, mereka pun serempak menjawab,"Tidak.""Baiklah kalau begitu, sekarang, kalian cepatlah beristirahat dan besok bangun lebih pagi," Nasihat sang guru.
Mendapat tugas yang baru ini, di benak murid yang pertama langsung terbayang bahwa keesokan harinya ia harus bangun lebih awal, harus bekerja lebih keras dan lebih serius karena waktunya terbatas. Ia terlalu terfokus pada waktu, yakni harus berangkat jam5 tepat , tidak boleh kurang satu detik pun dan pulang jam 5 sore , tidak boleh lebih. Setelah yakin dengan waktunya, ia pun pergi tidur.
Dengan tugas yang sama, murid kedua lebih terfokus pada pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia langsung memeriksa parang yang disediakan oleh gurunya, dan ternyata parang tersebut adalah parang tua yang sudah tumpul. Maka, ia pun memutuskan, besok sebelum berangkat ia akan mencari batu asah untuk mengasah parangnya agar menjadi tajam dan siap digunakan. Dengan parang yang lebih tajam, hasil yang sama dapat diperoleh dengan upaya yang lebih sedikit,pikirnya.
Tantangan kedua yang terbayang di benaknya adalah bagaimana cara membawa ranting pohon lebih banyak secara efisien dan efektif ? Sementara temannya sudah tertidur lelap, ia bermunjat dan berdoa kepada Allah, meminta agar dimudahkan segala urusannya sambil memikirkan cara terbaik untuk membawa ranting dengan jumlah lebih banyak. Setelah berpikir cukup lama dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, ia memutuskanuntuk menyiapkan tali pengikat dan tongkat pikulan sebelum berangkat keesokan harinya.
Dengan memikul ranting menggunakan tongkat pikulan. Paling tidak, ia bisa
membawa dua ikat besar ranting-satu di depan dan satu lagi dibelakang , itu berarti dua kali lipat lebih banyak dibandingkan memanggulnya.Dengan perasaan puas, ia shalat malam lalu pergi tidur.
Keesokan harinya, murid pertama yang sudah berencana akan bekerja keras,bangun tepat waktu dan langsung berangkat ke hutan. Sementara itu, murid kedua masih asyik berdzikir dan membaca Al-Qur'an. Tepat jam enam pagi, murid kedua bergagas. Sesuai rencana, ia segera mencari batu asah dan mengasah parangnyasampai benar-benar tajam.Kemudian ia mencari tali dan tongkat pikulan. Setelah semua perlengkapan siap, ia segera berangkat ke hutan, jam menunjukkan pukul tujuh lebih.
Ketika jam menunjukkan pukul satu siang, murid kedua sudah berhasil mengumpulkan ranting cukup banyak. Ia segera mengikatnya menjadi dua dan memikulnya pulang. Sesampainya di pesantren, diserahkannya ranting-rantingtersebut kepada gurunya. Ia berhasil mendapat banyak ranting dan pulang lebih cepat.
Sementara itu, murid pertama, karena tidak mengasah parangnya, harus menggunakan waktu dan energi yang lebih besar untuk memotong ranting pohon.Dengan demikian ia juga memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat karena kelelahan. Belum waktu yang ia gunakan untuk mencari tali pengikat. Selain itu, dengan caranya membawa ranting kayu yang dipanggul di pundaknya, jumlah yang bisa dibawanya juga terbatas.
Hikmah :
Terkadang kita terbelenggu oleh kerutinan kerja sehari - hari , sehingga lupa " mengasah parang " yang berupa bermunajat dan meminta petunjukkepada Allah, belajar , ikut pelatihan, training , mengadakan meeting ,briefieng pagi dan lain - lain.
Padahal kegiatan diatas yang menurut kita " buang waktu " tersebut justru merupakan sarana ampuh untuk meningkatkan dan mengembangkan Skill , Knowledge dan Attitude kita. Pelatihan , tafakur, dzikir, pengajian, training , meeting , briefieng , pengarahan atau belajar pada dasarnya adalah bertujuan untuk " memudahkan " pekerjaan kita sehari - hari.
Bukankah mengasah parang selama 3 menit sangat tidak berarti saat kita harus
menebang pohon selama 3 jam . . . . . . . . . . . .
Oleh karenanya, minimal usahakanlah setiap pagi hari, membaca Al-Qur'an, berdzikir, membaca al-Ma'tsurat, dan juga berpositif thinking... Di samping diwaktu-waktu tertentu galilah potensi diri dengan mengikuti training, membaca buku motivasi, mengikuti seminar, milis yang bermanfaat, dsb... Mudah-mudahan kita semua dimudahkan Allah untuk menggapai hari esok yang lebih baik
(Dikutip dari andriwongso.com, namun kami edit sedikit ide dan bahasanya, agar
lebih sesuai dengan kondisi "kekitaan"..
by. Rikza Maulan Lc
Friday, June 27, 2008
PSP melayang...
Hari Jum'at pagi jadi hari yang mendebarkan buat rama, mamanya and ayahnya. ada perjanjian tidak tertulis yang berlaku pada hari itu. Rama bakal mendapatkan psp jika masuk kedalam 3 besar. Ternyata dia gagal masuk 3 besar, dan akhirnya yang berlega hati mama dan ayahnya .... tapi insya Allah, kalau Rama bisa berprestasi lagi di kelas 2, psp nya masih berlaku koq.
satu yang tidak berubah dari hasil perjanjian tidak tertulis itu, setelah pulang dari ambil rapor, dia tetap ceria menyambut liburan dan langsung menghilang dibalik pagar rumah temannya..
satu yang tidak berubah dari hasil perjanjian tidak tertulis itu, setelah pulang dari ambil rapor, dia tetap ceria menyambut liburan dan langsung menghilang dibalik pagar rumah temannya..
Thursday, June 26, 2008
Kenang-kenangan di 1E

Ini dia foto Rama dan teman sekelasnya, Ibu guru juga ikutan tuh. Tapi tidak semua temannya masuk, jadi yang dikenang yang seadanya di foto aja deh. btw, di belakang tuh (white board) ada nama anak-2 yang di remedial (her-ulang), jadi malu deh ketahuan. Buat orang tua murid maaf yaa....
Insya Allah bulan depan Rama sudah naik ke kelas 2, dan temannya pasti baru-baru lagi.
Thursday, April 17, 2008
Laa in syakartum laa adzidanakum...
akhir-akhir ini beberapa rekan ada yang 'curhat' secara gak sengaja. mayoritas tentang masalah pengeluaran yang besar tiap bulannya. Ada juga masalah penghasilan yang jauh dari harapan. padahal suami istri itu bekerja dengan gaji yang lumayan 'wah', tapi pengeluarannya 'wah' juga. Mereka sibuk menghitung-hitung pendapatan dengan pengeluaran tiap bulannya. Ada yang mereduksi pengeluaran dengan cara mengganti alat transportasi dari mobil ke motor, alasannya jelas sekali, bahan bakar jauh lebih irit dengan demikian pengeluaran 1 minggu bbm mobil bisa utk 1 bulan bbm motor. Ada lagi yang melakukan dengan cara pindah rumah agar dekat ke lokasi kerja. Dan masih banyak cara yang terlintas di pikiran rekan-rekan saya. Tapi satu hal yang tidak terpikirkan oleh mereka, yaitu hitungan kebahagiaan, kasih sayang terhadap buah hati. Mereka sibuk menghitung pendapatan-pengeluaran, jarak tempuh ke tempat kerja, efisiensi waktu dan lain sebagainya tanpa menghitung waktu yang tersedia buat anak yang telah dititipkan oleh Allah SWT.
Saran saya buat rekan-rekan (suami istri) yang bekerja, percayalah bahwa Allah tidak akan membebani hal yang memberatkan diluar kemampuan hambanya. Jadi kalau istri berhenti bekerjapun insya Allah, tidak akan jatuh miskin karena penghasilan yang tadinya dobel, menjadi hanya satu dari suami saja.
Kalau karir yang dikejar, lalu apakah yang lebih tinggi di sisi Allah ? menjadi istri solehah, taat pada suami dan mengurus keluarga (suami anak) dengan baik, atau menjadi wanita karir yang sukses ?
wallahualam ...
Saran saya buat rekan-rekan (suami istri) yang bekerja, percayalah bahwa Allah tidak akan membebani hal yang memberatkan diluar kemampuan hambanya. Jadi kalau istri berhenti bekerjapun insya Allah, tidak akan jatuh miskin karena penghasilan yang tadinya dobel, menjadi hanya satu dari suami saja.
Kalau karir yang dikejar, lalu apakah yang lebih tinggi di sisi Allah ? menjadi istri solehah, taat pada suami dan mengurus keluarga (suami anak) dengan baik, atau menjadi wanita karir yang sukses ?
wallahualam ...
Subscribe to:
Posts (Atom)




