Wednesday, August 13, 2008

Di Pertigaan Traffic Light

Menjelang maghrib di pertigaan traffic light cawang, saya melihat seorang ibu memegang tangan anak laki-lakinya (mungkin belasan atau 20 tahunan usianya) berusaha menyeberangi jalan. Pada saat itu lampu sedang menyala merah, dan lalu lintas begitu padatnya, sehingga mereka cukup lama berdiri terpaku menunggu kendaraan sepi di jalan sebelah kanan saya.
Karena tepat berada di depan mata, maka tidak hanya mata yang melihat, tapi hatipun ikut berbicara, menebak-nebak.. apa gerangan yang mereka hendak lakukan menjelang maghrib di jalan raya. sepintas terlihat wajah mereka bersih, seperti orang yang jarang keluar rumah sehingga tampak kumal, baju yang mereka kenakan pun terlihat bersih, meskipun menggunakan celana pendek di bawah lutut dan sepasang sendal jepit melindungi telapak kaki mereka dari hangatnya aspal disore hari. Sang anak membawa karung.. terlihat agak kotor, dan sang ibu masih berpegangan pada anaknya yang lebih besar, sampai jalan terlihat agak kosong, merekapun menyeberangi jalan di kanan saya. Dan alangkah terkejutnya saya, ketika baru beberapa meter mereka berjalan, sang Ibu berjalan semakin ke pinggir dan terlihat memungut sesuatu dan sang anak tampak malu-malu membuka karung yang dibawanya, sang Ibu pun memasukkan gelas plastik yang kosong itu, ya.. itu adalah gelas aqua kosong yang biasa diambil oleh pemulung. Pemandangan itu memusnahkan semua pemikiran dalam hati, yang sebelumnya menyangka kalau mereka baru saja pulang dari rumah kerabat, atau ada keperluan yang penting sehingga harus keluar menjelang maghrib dijalan yang sibuk.

Yaa Allah.... mudahkanlah urusan Ibu dan anaknya itu, mudahkanlah rizqi bagi mereka.

Friday, August 08, 2008

Renungan hari ini

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. mempunyai dua muazin, Bilal dan Ibnu Ummu Maktum yang buta. (Shahih Muslim No.573)

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau mendengar azan, maka bacalah seperti yang dikumandangkan muazin. (Shahih Muslim No.576)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., Beliau bersabda: Sesungguhnya setan, apabila mendengar azan untuk salat, ia berlari sambil terkentut-kentut sampai tidak mendengarnya lagi. Ketika azan telah berhenti, ia kembali menghasut. Apabila mendengar iqamat, ia pergi sampai tidak mendengarnya. Ketika iqamat telah berhenti, ia kembali menghasut lagi. (Shahih Muslim No.582)

- Kitab Solat Bagian Adzan - Shahih Muslim

Monday, August 04, 2008

Tangan yang ter-disposisi...

Kamis 31 Juli kemarin, Rama 'di smack down' sama temannya sekelasnya, kebetulan siang itu saya telponnya agak telat, biasa jam 10 pas istirahat, tapi kali ini jam 12, jadi dapat info dari mama nya. Kalau dari nada suara mamanya sih, jatuh biasa, tapi ternyata pas sampe rumah, tangannya agak 'mlintir' kebelakang, kalau istilah medisnya disposition, kalau kata dukun urut, keseleo.. tapi jika tidak di ambil tindakan segera, bisa cacat nih anak..

jadi deh di urut sama nenek-2 deket bumi asih, dan bengkak ditangan.. masih la yau, kan baru sekali di urut. setelah itu di baluri sama parutan jahe + sedikit minyak goreng (weleh, gak tau nih minyaknya utk apa..), katanya biar bengkaknya kempis dulu. Hari jum'at, otomatis libur, dan membuat wali kelasnya agak stres, khawatir tuh anak semakin parah :-p.

hari ketiga di urut lagi, kali ini Rama tidak meronta-ronta kesakitan, cuma dia gak tahan bau minyak urutnya, jadi ditutupin deh tuh wajah pake kaos dalemnya.

hari ini, dia berangkat juga ke sekolah, ikutan upacara tapi tidak ikut olah raga. soalnya si tangan masih di bebat sama perban elastis, buat jagain perban kasa dan jahe nya, and satu lagi buat mengingatkan Rama kalau tangannya belum sempurna benar kekuatannya, jadi gak bisa dipakai untuk becanda dulu :-D