Thursday, April 17, 2008

Laa in syakartum laa adzidanakum...

akhir-akhir ini beberapa rekan ada yang 'curhat' secara gak sengaja. mayoritas tentang masalah pengeluaran yang besar tiap bulannya. Ada juga masalah penghasilan yang jauh dari harapan. padahal suami istri itu bekerja dengan gaji yang lumayan 'wah', tapi pengeluarannya 'wah' juga. Mereka sibuk menghitung-hitung pendapatan dengan pengeluaran tiap bulannya. Ada yang mereduksi pengeluaran dengan cara mengganti alat transportasi dari mobil ke motor, alasannya jelas sekali, bahan bakar jauh lebih irit dengan demikian pengeluaran 1 minggu bbm mobil bisa utk 1 bulan bbm motor. Ada lagi yang melakukan dengan cara pindah rumah agar dekat ke lokasi kerja. Dan masih banyak cara yang terlintas di pikiran rekan-rekan saya. Tapi satu hal yang tidak terpikirkan oleh mereka, yaitu hitungan kebahagiaan, kasih sayang terhadap buah hati. Mereka sibuk menghitung pendapatan-pengeluaran, jarak tempuh ke tempat kerja, efisiensi waktu dan lain sebagainya tanpa menghitung waktu yang tersedia buat anak yang telah dititipkan oleh Allah SWT.
Saran saya buat rekan-rekan (suami istri) yang bekerja, percayalah bahwa Allah tidak akan membebani hal yang memberatkan diluar kemampuan hambanya. Jadi kalau istri berhenti bekerjapun insya Allah, tidak akan jatuh miskin karena penghasilan yang tadinya dobel, menjadi hanya satu dari suami saja.
Kalau karir yang dikejar, lalu apakah yang lebih tinggi di sisi Allah ? menjadi istri solehah, taat pada suami dan mengurus keluarga (suami anak) dengan baik, atau menjadi wanita karir yang sukses ?
wallahualam ...

No comments: