Wednesday, November 04, 2009

Cendol Gondrong

Makan siang di tempat Pak Hamdi, belakang kantor, siap-siap dengan menu yang sudah dihapal diluar kepala (itu-itu lagi)... tapi kestatisan berubah jadi ceria, ketika melihat sepeda Onthel babeh yang jualan cendol, dan namanya cukup unik, Cendol Gondrong. Rasanya mantab, santannya pas, gulanya pas dan cendolnya itu lho.. legit sekali. Jadi deh makan siang dengan penutup cendol gondrong.

Sedikit tentang Cendol Gondrong, Penjualnya merupakan seorang Kakek Tua berusia sekitar 60 - 70 thn, tapi masih cukup segar badannya. Beliau cukup gaul juga dan cukup intelek, karena kami juga sempat berbincang dalam bahasa Inggris. Ketika saya tanya lebih jauh, ternyata beliau merupakan pensiunan guru SMP. Wow,... (ada nomor HPnya, tapi lupa di catat.. nanti saya update kalau sudah dapat.)

Jadi ingat sabda Rasullullah tentang menghormati orang tua dan orang yang lebih tua dari kita. Alhamdulillah sikap ini terjaga ketika berkomunikasi dengan pedagang cendol yang menggunakan sepeda, yang tak lain adalah pensiunan guru, sebuah pekerjaan yang sangat mulia. Sehingga (insya Allah) sikap saya dan perkataan saya tidak menyinggung perasaan beliau. Semoga Beliau tidak merasa bahwa beliau tidak dihargai karena berjualan cendol ketika berbicara dengan kami (saya dan teman2 saya) yang berpakaian necis layaknya pegawai-pegawai kantor lain. Semoga sikap ini tetap terjaga ketika berkomunikasi dengan orang tua, teman, sahabat, rekan kerja dan juga orang lain yang lebih tua dari saya.

No comments: