Permasalahan dalam rumah tangga akan selalu ada, dan akan selalu ada pula penyelesaiannya berupa jalan keluar yang baik. Tidak semua harus berakhir dengan perceraian. Karena pada dasarnya Allah tidak akan membebani umatnya diluar kesanggupannya.
Ada seorang rekan yang datang mengeluhkan tentang istrinya yang kurang memperhatikan dia sebagai suami, kurang dihormati dsb dsb... efek dari permasalahan itu, dia mencari sosok wanita yang bisa mengerti dirinya, yg memperhatikan dan menghormatinya.. efek lainnya adalah pertengkaran dalam rumah tangga karena sudah tidak ada lagi kesesuaian dan kenyamanan didalamnya. Mereka lupa bahwa didalam rumah itu ada amanah besar yang dititipkan oleh Allah SWT, yaitu anak-anak yang menjadi generasi penerus mereka berdua. Titipan ini akan menjadi korban akibat dari pertikaian suami istri dalam rumah tangga. Jika bisa disamakan, hal ini seperti kecelakaan 'karambol', yang mengakibatkan benturan sana sini, ditambah dengan kerusakan yang ditimbulkan.
Adalagi seorang rekan yang mengeluhkan urusan rumah tangga kearah yang sangat pribadi, masalah kepuasan ditempat ditidur.. Masya Allah....
Jika Allah sudah menciptakan kita dengan sebegini baiknya, dan menciptakan pasangan kita sedemikian baiknya, lalu untuk apa kita harus pergi ke tempat maksiat hanya sekedar menyalurkan nafsu sesaat. Allah menciptakan kita dengan segala kemampuan yang kita miliki, segala kelebihan dan kekurangan yang ada sesungguhnya adalah kekayaan dari diri kita masing-masing. Untuk apa memperbesar bagian2 pribadi tubuh dengan tujuan memuaskan pasangan jika ternyata Allah telah menciptakan kita dengan segala maksud yang kita sendiri tidak pernah tahu secara detail. Saya sampaikan kepada rekan-rekan saya, agar senantiasa berdo'a ketika hendak berhubungan dengan istri/suami, agar tidak diganggu oleh jin dan tidak didominasi oleh nafsu hewani. Karena dengan landasan ibadah untuk membahagiakan istri/suami, insya Allah segala kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada kita semua, akan tercukupi, tidak ada yang kurang dan tidak ada yang berlebih. Yang sangat mengetahui kemampuan kita adalah Allah SWT, apakah itu kemampuan finansial, fisik, seksual dan yang lain-lain. Jadi jangan pernah 'mengenyampingkan' Allah dengan cara-cara jahiliyah, dengan cara merubah tubuh kita dari kondisi awal penciptaanNYA. Ketahuilah, azab Allah sangatlah pedih.. entah itu didunia atau di akhirat...
Efek kecelakaan 'karambol' yang saya maksudkan adalah, jika perselisihan suami/istri berujung pada perceraian.. yang pertama adalah hancurnya sebuah keluarga yang diamanahkan kepada kita. Kedua adalah, anak-anak yang merupakan titipan dari Allah SWT, akan menjadi berubah perilakunya. Mereka sebelumnya memmperhatikan orang tuanya dan dijadikan panutan, tetapi setelah perceraian wallahu alam bisawab. Ketiga adalah perubahan sikap dari keluarga besar, karena bagaimanapun juga, ketika pernikahan dilangsungkan, keluarga besar terlibat didalamnya dan mendoakan agar pengantin baru menjadi keluarga yang sakinah warohmah, namun kenyataannya, pesta yang digelar sangat meriah sekalipun akan terkesan sia-sia karena berujung pada perceraian.
Masih banyak sekali contoh kasus dan jari ini juga masih semangat untuk menuliskannya, namun saya simpulkan saja.. Kita harus kembali ke agama Allah... apapun permasalahannya, mintalah hanya kepada Allah SWT sebagai Tuhan semesta alam yang maha mengetahui isi hati kita, yang maha memberikan solusi. Karena jika ada hal yang tidak disukai dari pasangan kita, maka jadikanlah hal tersebut sebagai ladang pahala, ladang ibadah karena kesabaran kita yang tiada batas. Dirikan sholat, karena sholat mencegah kita dari berbuat keji dan munkar. Perbanyak zikir guna senantiasa mengingat Allah SWT. Perbanyak sedekah guna meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Lupakan perbuatan baik kita kepada orang lain dan Perbanyaklah mengingat kebaikan orang lain, entah itu teman, sahabat, orang tua, suami/istri... karena dengan begitu akan membuat ke-tawadhu-an kita bertambah.. banyak-2 lah mendo'akan orang lain dari kejadian baik dan kejadian buruk, dan senantiasa berdoa agar kita tidak termasuk dalam golongan orang2 yang merugi..
Senantiasa berfikiran positif atas segala hal,agar kita juga mendapatkan hasil yang positif..karena Allah tergantung kepada prasangka hambaNYA.
wallahu alam bisawab..

No comments:
Post a Comment