Thursday, January 08, 2009

Antrian Darah..

Lagi-lagi saya diperlihatkan kepada situasi dimana pelayanan umum yang sangat berbeda ketika terbiasa mendapatkan fasilitas kelas 1.
Malam itu saya berangkat ke PMI Kramat Raya untuk mengambil 'sisa' darah dari jumlah yang semestinya kami dapatkan untuk operasi mertua. Betapa terkejutnya, ternyata sudah ratusan orang (mungkin sampai lebih dari seribu), yang berjubel ingin mendonorkan darah mereka untuk teman, keluarga, atau donor sukarela. Kemudian diloket pengambilan darah pun tak kalah banyaknya, meskpun tak seramai di loket pendonoran darah. Sampai jam 11 malam kami tak mendapatkan darah 250cc jatah kami. Pendonor pun gagal menyumbangkan darahnya, karena kondisi tubuh yang tidak fit ditambah usia ditambah lagi antrian yang penuh sesak. Bahkan ada satu wanita paruh baya mengeluh, 'saya dari jam 4 sore belum dipanggil untuk melakukan donor', pada saat itu jam menunjukkan 22.45. Mana mungkin saya mendapatkan giliran dengan cepat, sedangkan yang lain saja belum dipanggil dari jam 16.00.
Seingat saya ketika di RS Swasta tidak pernah memikirkan urusan darah, operasi yang membutuhkan darah banyak atau sedikit tidak pernah ada perintah dari RS kepada keluarga untuk menyediakan atau mengambil darah langsung ke PMI.
Sekali lagi hal ini mengingatkan saya agar senantiasa melihat kebawah, dan tetap tawadhu, bahwa ternyata banyak orang yang memiliki masalah lebih berat dari apa yang pernah kita rasakan.

No comments: